Curtismunkholm1's website

Our website

10
Ma
Konsep Pendekatan Geografi Ekologi
10.03.2017 00:48

Sebagai uni disiplin ilmu, geografi mempelajari suatu koordinasi alam yang terdiri bagi bagian-bagian yang saling tersekat. Aliran semangat dalam unik sistem merupakan perubahan. Servis yang sinambung akan membuahkan suatu wujud keseimbangan komposisi.

Suatu komposisi terdiri mulai tiga bagian berbeda, input, output dan komponen. Aku ambil selalu Tv sebagai contoh. Kita mampu menonton tv tidak tersungkap dari sistem yang lari didalam tv tersebut. Berjalannya sistem ini karena ke-3 bagian di dalam sistem tersambung bersama; potongan input yang merupakan listrik, bagian output yang berperangai gambar serta suara, serta bagian sel seperti penghalang, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian daripada sistem ini tersambung, aku tidak dapat menonton tv.

Pada komposisi yang beroperasi baik, seluruh komponen harus tersambung bertepatan. Planet Dunia yang mempunyai banyak unsur dapat dilihat sebagai komposisi yang renyah dan amat besar. Di dalam sistem Jagat, input adalah energi yang datang atas Matahari serta juga upaya yang berasal dari pada Bumi, diantaranya tenaga tektonik. Output ialah perubahan percaya diri yang dapat dilihat dalam sekitar aku dalam lingkungan fisik & manusia, laksana panas dan hujan.

Sistem Bumi memang suatu sistem yang renyah, sehingga cara terbaik untuk mempelajarinya secara memahami di setiap komponen komponennya dengan variasi pendekatan pada geografi. Inilah geografi daripada sudut perembukan sistem. Persidangan ini terus mengalami kemajuan hingga sekiranya geografi modern. Dalam geografi modern yang dikenal beserta geografi selaras (Integrated Geography) digunakan tiga pendekatan atau hampiran. Ke-3 pendekatan itu, yaitu ulasan keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan kompleks wilayah.

1. Pendekatan Wilayah
Dari namanya dapat ditangkap bahwa permufakatan ini hendak menekankan pada keruangan. Pendekatan ini menyandarkan pada pertikaian lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti pertarungan struktur, contoh, dan reaksi. Struktur keruangan terkait beserta elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, urutan, dan daerah. Sedangkan figur keruangan terkait dengan teritori distribusi ke-3 elemen ini. Distribusi atau agihan butir geografi ini akan membentuk pola menyerupai memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri sama dengan reparasi elemen pereka ruang. Terampil geografi berwarung mencari faktor-faktor yang mengukuhkan pola penyebaran serta cara mengubah contoh sehingga dicapai penyebaran yang lebih baik, efisien, serta wajar. Analisis suatu masalah menggunakan pendekatan ini sanggup dilakukan beserta pertanyaan 5W 1H seperti berikut ini.
Pertanyaan What (apa), untuk mengetahui jenis petunjuk alam yang terjadi.
Interogasi When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena bumi.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat realitas alam berlanjur.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui sumber terjadinya petunjuk alam.
Problem Who (siapa), untuk mengetahui subjek / pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena dunia.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui reaksi terjadinya realitas alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Persidangan ini gak hanya mendasarkan pada korelasi organisme secara lingkungan, namun demikian juga dikaitkan dengan fenomena yang tersedia dan juga perilaku wong. Karena pada umumnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, yakni perilaku serta fenomena lingkungan. Sisi tindak tanduk mencakup 2 aspek, ialah pengembangan motif dan pikiran lingkungan. Relasi keduanya ini lah yang menjadi ciri khas perembukan ini. Menggunakan keenam perbincangan geografi, penjabaran dengan pendekatan ini tetap bisa dijalani. Nah, saksama contoh analisis mengenai terjadinya banjir pada Sinjai berikut dan awak akan merupakan perbedaannya beserta pendekatan keruangan. Untuk menelaah banjir secara pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan kelakuan sebagai berikut.
Identifikasi penetapan fisik yang mendorong terjadinya bencana tersebut, seperti macam tanah, topografi, dan vegetasi di mandala itu.
Pengertian sikap & perilaku masyarakat dalam mengoperasikan alam pada lokasi itu.
Identifikasi budi daya yang tersedia kaitannya secara alih manfaat lahan.
Mengkaji hubungan jurang budi daya serta dampak yang ditimbulkannya sampai menyebabkan kayau.
Menggunakan dampak analisis itu mencoba menemukan alternatif pemecahan masalah berikut.

3. Tinggi Wilayah

Penjabaran ini mengacukan pada korelasi antara ulasan keruangan & analisis kosmos. Analisis berikut menekankan penjelasan ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan karakteristik tiap-tiap wilayah. Perbedaan itu mendorong unik wilayah bisa berinteraksi dengan wilayah unik. Perkembangan lokasi yang sama-sama berinteraksi terjadi karena ada permintaan & penawaran.

Tiruan analisis susah wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan koloni. Langkah prolog, dilakukan persepsi wilayah laten di pendatang Jawa yang memenuhi persyaratan minimum, menyerupai kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. baca disini Mulai hasil pengertian ini dirumuskan rancangan untuk jangka panjang dan jangka pendek untuk pengembangan kawasan tersebut.

Comments


Make your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!